Minggu, 13 November 2011

Cari Uang Jalan Kaki

Pernah lihat orang ini ?
Mantan lo ?
Oke, terserah seberapa berartinya dia dihidup lo yang jelas lo bakal banyak menemukan orang-orang berperawakan seperti dia di Bandung. Ya ! Ialah seorang pedagang Cuanki. Cuanki itu salah satu makan khas Bandung, yaitu berupa siomay yang disajikan dengan baso ataupun tahu. Lalu dilengkapi dengan kuah bening yang gurih dan panas, ummmmmm delicioso. *ngelap acai*

Awalnya gue pikir cuaki itu berasal dari daratan Cina. Ya karena namanya c u a n k i, layaknya nama-nama makan keturunan Cina lainya seperti Bakpao dan Ampao. *Eh?
Tapi setelah gue tanya sana tanya sini, ubek-ubek google dan merenung memikirkan teka-teki kehidupan cuanki ini akhirnya gue menemukan dan dapat menyimpulakan bahwa nama cuanki itu berasal dari singkatan "CARI UANG JALAN KAKI". Kok bisa ???
Mau tahu penjelasannya ? 
Mari kita tanya Galileho..


Keterangan :

gini nih..
Cari Uang jalAN kaKI
Nah, klo huruf yang merah disatukan akan menjadi CUANKI .

Keren yah ?
Enggak ?
Biasa aja ?
Oke fine.

Klo menurut gue nih, C.U.A.N.K.I itu salah satu nama makanan terkeren yang pernah ada diperadaban manusia. Dari namanya mengesankan aroma-aroma ke-gaul-an Bandung yang fungky dan kreatif. Selain dari arti cuanki itu sendiri yang emang gue pikir sangat kreatif "CARI UANG JALAN KAKI" beuuuuuuuuh..siapa coba yang bisa nyiptain kata-kata sekeren itu, yaa orang bandung tentunya.hehehe

Tapi sebenarnya diluar sana banyak versi yang beredar tentang asal usul nama cuanki ini. Ada juga pendapat kalo cuanki emang berasal dari Cina. Walaupun begitu dan darimana pun asal cuanki, marilah kita nikmati cuanki..mariiiiiii..








ngok -..-


Rabu, 09 November 2011

Galau ituuuuuuu ...

Galau itu ...
Kalo menurut Wikipedia galau itu, ummm ...maap maap setelah dicari arti galau di Wikipedia ternyata ga ada hehe. Nah, kenapa ga ada ? Jadi tambah penasaran kan ? Tapi  sebenernya ga juga sih, biasa aja yah ? Oke tapi kita bakal tetep ngebahas kata 'galau' itu. Gueh yakin setiap orang punya definisi soal 'galau' yang berbeda. 
Di bawah ini ada beberapa versi yang berbeda mengenai definisi 'galau' itu sendiri yang dikemukakan oleh beberapa pakar ke-ga-lau-an di twitter. Ini dia cekidot !


G a l a u ituuuu ..


Galau pertama

Dari kata-kata yang ia lontarkan, secara tersirat dapat terbaca kalo dia ini sering tiba-tiba galau karena hal yang sederhana. Misalnya, ketika ia sedang memegang uang. Tiba-tiba terlintas dipikiranya sebuah pertanyaan "kenapa ini namanya uang ?" lalu seharian ia akan memikirkan kenapa uang namanya uang dan terjadilah proses 'galau'. #GalauItuSederhana.



Galau kedua
Untuk yang satu ini mungkin dengan membaca dan menela'ah setiap suku kata yang ada, kalian dapat menyimpulkan sendiri bahwa ia orangnya penuh dengan rasa empati terhadap sesama. Ia mampu merasakan penderitaan si cewe yang seletingnya ke buka dengan begitu dalam dan tulus. Layaknya pahlawan kesiangan, ia akan berlari menuju si cewe tadi dan menyeletingkan sleting yang terbuka itu dan akhirnyaaaa... *PLAAAAAAKKK* ia dihadiahi seonggok tamparan dari sang gadis. #GalauItuSakit.



Galau ketiga
Oke, untuk galau dalam definisi ini terdengar cukup berat dan mungkin yah ini baru mungkin, ummm..mungkin dia lagi ngadepin masa-masa sulit dihidupnya. Frustasi ? Depresi ? lalu ia berlari menuju kamar mandi, duduk di bawah shower dan menerawang, kemudian ia berdiri lagi dan menyalakan shower *tadi lupa belum dinyalain showernya* *duduk lagi* *kemudian hening*. #GagalGalau.

Senin, 07 November 2011

Nightmare of Meats

Oke. Jadi gini, suasana lebaran itu emang menyenangkan. Mau lebaran Idul Fitri atau lebaran Idul Adha. Smua pada ngumpul, banyak makanan pula. Nah, hari minggu kemaren kita kan baru ngerayain Idul Adha dan idul adha berarti ada kurban dan kurban berarti motong kambing atau sapi dan alhasil di rumah pasti banyak danging.Di hari H Idul Adha sih masih seneng bisa bakar-bakar sate, tapiiiii di hari-hari berikutnya ? Eiits, jangan di tanya. Semua mabuk daging. Gue yakin sih kalian semua juga tahu gimana menderitanya ketika Idul Adha sudah usai tapi daging-daging masih bergelimpangan di dapur, di kulkas, di kamar tidur, di teras, ya ya yaaa gue ngerti perasaan kalian semua *tepuk-tepuk punggung*.

Apa ? Ga kedengeran, haa ? Di kasihin ke Sodara ? Oh dagingnya biar ga terlalu banyak jadi di kasihin k sodara atau tetangga ? Udah kali dari kapan tau. Smua sodara udah di kasih. Tetangga ? Bukan mau pelit sama tetangga tapi pas mau gue kasih ke tetangga, tapi pas gue liat di pintu rumah tetangga gue ada tulisan "maap tidak menerima transferan daging kurban lagi" atau "disini daging kurban masih banyak".
Yaaaah dengan hati yang putih penuh cinta, gue ikhlas menjalani beberapa minggu ke depan dengan taburan daging-daging dipiring gue setiap saat. Bahkan mungikn daging-daging itu bukan cuma berada di piring aja, tapi bisa jadi mereka bakal ada di kamar mandi berubah jadi sabun batangan atau ada di kasur lo dan mereka berubah jadi bantal atau jangan-jangan pintu rumah lo sekarang udah terbuat dari daging ? dan satu lagi, coba cek hujan di luar, masih hujan air atau udah berupa butiran-butiran daging kecil ? Ummmm.. *geleng-geleng kepala*

Tapi, setelah di analisis mungkin banyaknya daging di setiap rumah penduduk karena banyaknya hewan kurban yang di potong dan itu mengindikasikan bahwa banyaknya masyarakat yang sudah sadar akan kewajibannya sebagai umat manusia untuk bersedekah. Jadi, Alhamduuuuuuu ? Lillah..


Akhir kata,
SAYA & SEGENAP HEWAN KURBAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA !
 
                                                       cintah pusing banyak daging dirumah










*tiadamaksuduntukmenghinaataumenyakitisiapapunminalaidinwalfaidzin*